Benarkah Saham-saham Nikel Masih Kuat Nanjak di Tahun 2022, Apa yang Terjadi? - Portal Berita
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Advertisements

Benarkah Saham-saham Nikel Masih Kuat Nanjak di Tahun 2022, Apa yang Terjadi?

 

Saham Nikel 2022
Saham Nikel 2022


Saham-saham Nikel Masih Kuat Nanjak, Bagaimana di tahun 2022 ini?


Ini adalah aktivitas deposit nikel Itu terjadi pekan lalu saat kenaikan harga nikel.

Saham Nikel berikut ini diperdagangkan pada pukul 10.27 WIB.

  1. Harem Energy (HRUM), + 3,08% saham, menjadi Rp 5.850, transaksi Rp 29 M

  2. Lempeng Nusantara Timah (NIKL), + 1,39%, menjadi Rp 1.095, perdagangan Rp 152 juta

  3. Anneka Tambang (ANTM), + 1,15%, menjadi Rp. 2.650, Rp. 74 jt transaksi

  4. TINS, +0,88%, menjadi Rp 1.710, Rp 23 M

  5. Central Omega Resources (DKFT), + 0,69%, menjadi Rp. 146, dari Rp. 160 juta transaksi.

  6. Trinitarian Logam dan Mineral (MURNI), 0,00%, menjadi Rp 96, diperdagangkan Rp 174 juta.

  7. VALE INDONESIA (INCO), -0,47%, menjadi Rp 5.325, transaksi Rp 29 M

  8. PAM Mineral (NICL), -6,76%, menjadi Rp 276, diperdagangkan Rp 30 juta.

Berdasarkan data di atas, dari 8 saham yang diamati, 5 saham naik, 1 saham berhenti, dan 2 saham turun.

Pemegang saham kaya Kiki Bark Saham HRUM diperdagangkan naik 3,08% menjadi Rp 5.850/saham, naik 6,57% Jumat lalu. Saham HRUM naikkan kekayaan bersih Rp 3,27 miliar oleh investor asing

Dalam satu minggu, saham ini tumbuh 12,14%, naik 14,85% dalam satu bulan.

Di tempat kedua, saham NIKL naik 1,39% setelah 4,35% Jumat lalu. Meski naik, saham NIKL masih turun 1,79 persen dalam sepekan.

Saham pemerintah AntM berada di urutan ketiga dengan 1,15% menjadi 2.650 Rp 2.650/saham. Akibatnya, saham ATM diperdagangkan naik selama empat hari berturut-turut. Saham ATM naik 4,31 persen dalam satu minggu, naik 20,91 persen dalam satu bulan.

Orang asing juga telah mencatat pembelian bersih sebesar 6,36 miliar birr.

Saham INCO, di sisi lain, turun 2,93 persen setelah 2,39 persen pada Jumat lalu. Namun, saham INCO masih naik 1,92 persen dalam seminggu dan menjadi 22,97 persen selama sebulan.

Setelah melemahnya saham Inco, ekspor memiliki kekayaan bersih sebesar Rs 11,84 miliar.

Tiga tahun kemudian, saham ‘Bayi Baru’ NCL mencapai 6,76% lagi setelah ARB 6,92% Jumat lalu. Kedua ARB, yang bertemu dengan saham NICL, turun pada 9 Juli dan mengakhiri reli lima hari. Dalam satu minggu, saham ini masih naik 51,65%.

Sekadar informasi, Nickel, kontrak 3 bulan dengan London Metal Exchange (LMA), diperkirakan akan meningkat pekan lalu. Setiap hari, per Jumat (16/7), harga nikel naik 1,13% menjadi harga kontrak 3 bulan US$ 18.907/ton. Sedangkan nikel naik 1,19 persen dalam satu minggu dan 7,92 persen dalam satu bulan.

Sensasi terbaru pemasok nikel terkait dengan PT Industry Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC).

Sebelumnya, Presiden ABC Toto Nugroho mengatakan Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi pemain baterai kelas dunia dan berharap dapat mencapainya pada tahun 2025.

Dia mengatakan ada dua alasan mengapa Indonesia harus menjadi pemain baterai kelas dunia. Pertama, karena Indonesia adalah pemenang dari deposit nikel dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Tidak hanya nikel, Indonesia juga memiliki cadangan mineral lain yang dapat digunakan sebagai bahan baku kendaraan listrik.

Alasan kedua, Indonesia memiliki pasar yang besar. Namun, pasar baterai tidak terbatas di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.

“Kita harus menjadi perusahaan baterai mobil listrik kelas dunia. Stok nikel terbesar dan terbesar di dunia. Pasarnya besar di Indonesia dan kawasan ASEAN,” jelasnya pada Investor Daily Meeting 2021, Rabu. 14/07/2021).

Permintaan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai 11-12 gigabyte (GW hours) atau 140.000 unit untuk kendaraan roda empat.

“Pasar di Indonesia sendiri 30 GW dan kami yakin aki ini bukan hanya kendaraan roda empat, tapi juga solusi penyimpan energi untuk menyimpan sumber energi terbarukan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa diperlukan investasi yang besar dan pembangunan banyak institusi akan memakan waktu lama. Menurut dia, IBC saat ini dalam daftar FS dan sedang mencari penggalangan dana proyek untuk menarik dua mitra utama.

“Dua mitra utama dan kemarin Kementerian Investasi mengumumkan bahwa pada 1022 pembangkit 10 GW akan diputuskan oleh baterai, mengumumkan bahwa pada 2024 akan ada komponen utama RKEF. [Rotary Kiln Electric Furnace], HPAL [High Pressure Acid Leaching] Baterai besar akan diproduksi di Indonesia pada tahun 2025

Post a Comment for " Benarkah Saham-saham Nikel Masih Kuat Nanjak di Tahun 2022, Apa yang Terjadi?"

Advertisements